“Saat mengetahui hasil, bahwa saya berhasil lulus ke IPB rasanya benar-benar bangga. Namun, begitu mengetahui biaya kuliah yang sangat tinggi, timbul niat untuk menunda keinginan kuliah karena tidak ingin menambah beban kepada orangtua. Alhamdulillah, justru orang tua saya yang menguatkan saya untuk berkuliah,” tutur M. Adrian, Mahasiswa Semester lima Jurusan Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor (IPB)

Adrian berasal dari sebuah dusun terpencil di Pulau Sumatera, tepatnya di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Anak ke-5 dari 5 bersaudara ini berayahkan seorang petani yang penghasilannya tidak menentu, dan ibunya adalah Ibu rumah tangga.

orangtua Adrian senantiasa menanamkan prinsip kepadanya untuk terus sekolah tinggi, alasannya sangat luar biasa, agar Adrian bermanfat bagi orang lain, terutama menolong petani-petani di desa.

Segala upaya dilakukan orangtuanya, sampai berhutang kepada tetangga agar Adrian tetap bertahan di IPB. Bagi Adrian, orangtua nya adalah sumber inspirasi, dan faktor utama dalam mendukung dirinya untuk senantiasa bersemangat meraih impian-impiannya.

Mimpi terbesar Adrian adalah menjadi cendikiawan yang bermanfaat bagi orang banyak terkhusus menolong mereka, anak-anak desa, untuk sekolah setinggi-tingginya dan menolong para petani desa.

Dalam usaha mencapai impiannya masalah utama Adrian adalah biaya. Sekarang Adrian bisa mengurangi beban orangtuanya dan lebih fokus untuk meraih impian-impiannya setelah mendapatkan beasiswa tangguh. “Berulang kali mencari beasiswa namun selalu gagal. Hingga akhirnya perjuangan saya mencari beasiswa terjawab oleh Beasiswa Tangguh ini. Semoga dengan adanya beasiswa ini dapat menjadi kebermanfaatan bagi saya dan menjadi motivasi untuk terus berjuang menjemput mimpi-mimpi saya. Terimakasih Beasiswa tangguh”.

Klik link berikut :
kitabisa.com/campaign/beasiswatangguh

#bakrie #bakrieamanah #bakrieuntuknegeri #beasiswatangguh #bakrieandbrothers #bakrielearningcenter #beasiswa

Bagikan berita ini: