“Bagi fariha, bisa berkuliah bagian cara untuk membahagiakan orangtua. Awalnya memang sedikit pesimis untuk bisa berkuliah, berhubung keadaan keluarga yang serba terbatas. Namun, semangat itu terus bertumbuh terlebih dukungan moril dari keluarga, dan yakin Allah pasti kasih yang terbaik untuk orang-orang yang mau berusaha”. Tutur Farihatun Nashriyah Mahasiswi Semester lima Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Bermodal uang hasil mengajar anak-anak di desa, Fariha mendaftarkan diri ke Kampus impiannya. Namun, ternyata belum rezeki, tetapi semangatnya tidak mudah luntur, tahun selanjutnya dia mendaftar kembali, juga belum rezeki-nya. Sempat mengalami masa-masa sulit akibat impiannya untuk berada di kampus impian pupus. Tetapi Fariha cepat bangkit, dan akhirnya diterima masuk di Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Ketangguhannya kembali diuji saat ternyata biaya kuliah dan biaya hidup di Tempatnya berkuliah terbilang sangat memberatkan orangtuanya, maklum ayahnya Fariha hanya seorang petani yang hanya berpenghasilan tidak lebih dari lima ratus ribu perbulannya, dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Fariha kembali dipaksa memutar otaknya untuk mencari cara agar dirinya tetap bisa berkuliah sekaligus meringankan beban orangtuanya. Mulai dari berjualan snack, mengajar les private dirinya lakukan.

Kesibukan tersebut tidak mengurangi dirinya juga untuk berprestasi, terbukti Fariha menjadi Juara Puisi Terbaik Tingkat Nasional berjudul “Harapan”, dirinya juga menjadi Juara III Cipta Pusi IMPI JABARTA bertema “Sumpah Pemuda”. Impian terbesar Fariha hari ini adalah menjadi orang yang berguna bagi orang banyak dimanapun dan kapanpun, dirinya menyakini, “Berlian, dimanapun berada, berlian akan tetap menjadi berlian. Diincar dan dicari banyak orang”.

Halang rintang fariha untuk memudahkan jalan baik bagi masa depannya, dan menjadi guru bagi anak-anak Indonesia adalah persoalan biaya kuliah dan biaya hidup, kini setelah menerima beasiswa tangguh satu persatu halang rintang itu bisa diatasi. “Terimakasih Bakrie Amanah, kepercayaan ini akan saya ingat sepanjang hayat, dan komitmen saya akan memberikan sumbangsi bagi negara ini dengan tangguh dan pintarnya anak-anak murid saya dikemudian hari”.

Dengan berdonasi, mari bantu wujudkan generasi emas Indonesia yang Tangguh dan Berkarakter dalam Program Beasiswa Tangguh Bakrie Amanah.

Klik link berikut :
kitabisa.com/campaign/beasiswatangguh

#bakrie #bakrieamanah #bakrieuntuknegeri #beasiswatangguh #bakrieandbrothers #bakrielearningcenter #beasiswa

Bagikan berita ini: